Ada masa ketika saya berpikir bahwa karier yang baik adalah tentang bekerja di perusahaan besar, memiliki penghasilan tetap, dan membangun masa depan secara bertahap. Pemikiran itu tidak salah. Namun, perjalanan hidup mengajarkan saya bahwa terkadang kita perlu berani keluar dari zona nyaman untuk menemukan potensi diri yang sebenarnya. Saya memulai perjalanan profesional sebagai karyawan Bank Mandiri. Selama kurang lebih lima tahun, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari memahami dunia perbankan, melayani nasabah, mengenal pengelolaan keuangan, hingga belajar tentang kedisiplinan dan profesionalisme. Bekerja di salah satu bank terbesar di Indonesia memberi saya fondasi yang kuat untuk memahami bagaimana sebuah bisnis dan organisasi berjalan. Namun, di balik rutinitas pekerjaan, ada keinginan yang terus tumbuh dalam diri saya: membangun bisnis sendiri, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan sesuatu yang bisa memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Akhirnya...
Buku yang sedang saya baca saat ini adalah The Let Them Theory karya Mel Robbins. Saya cukup sering membaca buku tentang pengembangan diri, bisnis, leadership, maupun entrepreneurship. Tetapi ada beberapa buku yang tidak berhenti ketika halaman terakhir selesai dibaca. Ada gagasan tertentu yang justru membuat kita berhenti sejenak dan melihat kembali kehidupan kita sendiri. Buat saya, The Let Them Theory adalah salah satunya. Konsep utama buku ini sebenarnya sangat sederhana: “Let them.” Biarkan mereka. Sederhana sekali, tetapi semakin saya baca, semakin saya merasa bahwa justru hal sederhana seperti ini yang sering sulit kita praktikkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghabiskan banyak energi untuk memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Kenapa seseorang tidak membalas pesan, kenapa ada orang yang tidak mendukung keputusan kita, kenapa seseorang berubah, atau kenapa orang lain tidak memahami apa yang sedang kita kerjakan. Kita bahkan terkadang terlalu sibu...