Belakangan ini, saya sedang mencoba membaca kembali dan memahami bagaimana perkembangan pemasaran dari masa ke masa. Salah satu buku yang menarik perhatian saya adalah Marketing 5.0: Technology for Humanity karya Philip Kotler, Hermawan Kartajaya, dan Iwan Setiawan. Ada satu hal yang membuat saya tertarik dengan buku ini, yaitu bagaimana teknologi seharusnya digunakan untuk membantu manusia, bukan sekadar membuat bisnis menjadi lebih canggih. Sebagai seseorang yang pernah bekerja di industri perbankan, kemudian memilih jalan menjadi entrepreneur, dan saat ini juga mengajar di perguruan tinggi, saya melihat sendiri bagaimana teknologi mengubah cara kita bekerja, berbisnis, dan berinteraksi dengan konsumen. Perubahannya sangat cepat. Sesuatu yang beberapa tahun lalu terasa sulit dilakukan, sekarang bisa dikerjakan hanya dengan bantuan ponsel dan koneksi internet. Apalagi sejak kehadiran AI. Banyak hal yang dahulu membutuhkan waktu lama kini bisa dilakukan dengan jauh lebih cepat. M...
Ada masa ketika saya berpikir bahwa karier yang baik adalah tentang bekerja di perusahaan besar, memiliki penghasilan tetap, dan membangun masa depan secara bertahap. Pemikiran itu tidak salah. Namun, perjalanan hidup mengajarkan saya bahwa terkadang kita perlu berani keluar dari zona nyaman untuk menemukan potensi diri yang sebenarnya. Saya memulai perjalanan profesional sebagai karyawan Bank Mandiri. Selama kurang lebih lima tahun, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga, mulai dari memahami dunia perbankan, melayani nasabah, mengenal pengelolaan keuangan, hingga belajar tentang kedisiplinan dan profesionalisme. Bekerja di salah satu bank terbesar di Indonesia memberi saya fondasi yang kuat untuk memahami bagaimana sebuah bisnis dan organisasi berjalan. Namun, di balik rutinitas pekerjaan, ada keinginan yang terus tumbuh dalam diri saya: membangun bisnis sendiri, menciptakan lapangan kerja, dan menghadirkan sesuatu yang bisa memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Akhirnya...