Langsung ke konten utama

Welcoming Ramadan with Forgiveness: A Tradition at Rumah Tempe Indonesia

As Ramadan approaches, Muslims around the world prepare their hearts before they prepare their tables. In Indonesia, one meaningful tradition before entering the holy month is salam-salaman — a moment of shaking hands, asking forgiveness, and cleansing the heart from past mistakes.

At Rumah Tempe Indonesia (RTI), this tradition is not just ceremonial. It is deeply personal.

The Meaning Behind Salam-Salaman

Before the first day of fasting, our team gathers, from production staff to management standing in a circle, looking into one another’s eyes. One by one, we shake hands and say:

"Mohon maaf lahir dan batin."
(Please forgive me, physically and spiritually.)

Ramadan teaches self-discipline, but it begins with humility. We believe fasting is not only about controlling hunger and thirst; it is about entering the month with a clean heart.

Salam-salaman becomes our collective reset button.

More Than a Ritual, It Is Culture

At RTI, we work closely together every day in production rooms, distribution planning, innovation discussions, and community empowerment programs. In such dynamic teamwork, misunderstandings may happen. Small tensions may arise. Differences in perspective are natural.

Salam-salaman reminds us:

  • To lower our ego

  • To prioritize unity over pride

  • To rebuild trust before rebuilding targets

It aligns our spiritual intention with our professional mission.

Strengthening Brotherhood Before Strengthening Business

As a social enterprise rooted in tempeh culture and community empowerment, RTI believes that strong relationships create sustainable impact.

Before we talk about growth, numbers, or expansion during Ramadan, we first talk about forgiveness.

Because leadership begins with self-reflection.
And teamwork begins with sincerity.

Entering Ramadan as One Team

When the final handshake is done, there is always a different atmosphere in the room, lighter, calmer, more connected.

We do not only enter Ramadan as colleagues.
We enter as brothers and sisters.

At Rumah Tempe Indonesia, salam-salaman is our way of ensuring that when we fast, we fast with a peaceful heart and when we work, we work with renewed intention.

Ramadan is not only a month of restraint.
It is a month of reconciliation.

And for us, it begins with a simple handshake.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bedah buku Aroma Karsa-Dewi 'Dee' Lestari

Review novelnya Dewi 'Dee' Lestari. Judul buku: Aroma Karsa Penulis: Dewi 'Dee' Lestari Penerbit: PT. Bentang Pustaka Terbit: Cetakan pertama, Maret 2018 ISBN: 978-602-291-4631 Genre: Misteri, petualangan (Fiksi) Tebal: xiv+710 halaman; 20 cm Harga; Rp. 125.000 Pengantar dan sinopsis Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia. Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi. Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum. Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Ja...

Al Kahfi (Gua)-4

Qur'an journaling Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah ke haribaan Rasulullah s.a.w., keluarganya serta para sahabatnya. Wa Ba'du. - (Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu*.) (QS. Al Kahfi: 16) *Perkataan ini terjadi antara mereka sendiri yang timbulnya karena ilham dari Allah. - Hadist yg sesuai Hadis Nabawi; Menyelamatkan Agama dari Fitrah. Dari Abu Sa'id Al-Khudri, dia berkata, "Rasulullah Saw. bersabda, Hampir saja terjadi (suatu zaman) dimana ketika itu harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan tempat-tempat terpencil, dia pergi menghindar dengan membawa agamanya disebabkan takut terkena fitnah." (HR Bukhari, Sahihul Bukhari, Juz 1, N...

Bedah buku sebuah seni untuk bersikap bodo amat-Mark Manson

Review buku nyelenehnya Mark Manson. Buku Mark Manson via google Sebuah seni untuk bersikap bodo amat. Pendekatan yang waras demi menjalani hidup yang baik. Sungguh judul buku ini sangat nyeleneh dan bikin penasaran. Ditambah predikat buku ini sebagai buku terlaris versi New York Times dan Globe and Mail membuat mata penasaran untuk menjelajahi lebih jauh isi dari buku ini. Dan ternyata...Buku ini memang asyik banget dibaca, ternyata bodo amat itu artinya adalah nggak takut menghadapi masalah. Disitulah petualangan membaca saya dimulai pada buku ini. Judul buku: Sebuah seni untuk bersikap bodo amat. Penulis: Mark Manson Penerbit: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia Terbit: Cetakan pertama, Februari 2018 ISBN: 978-602-452-698-6 Genre: Self Improvement (Non Fiksi) Tebal: viii+246 Halaman Harga: Rp. 67.000 Pengantar Sebuah seni untuk bersikap bodo amat, bukan amat bodoh. Judul yang sangat mudah didengar dan provokatif. Baru dicetak dal...