Langsung ke konten utama

Entrepreneur: Dipelajari atau Keahlian Bawaan?

Di kelas kewirausahaan yang saya ampu, saya pernah menanyakan ini ke mahasiswa:

Apakah entrepreneur itu dipelajari, atau murni keahlian bawaan sejak lahir?


Pertanyaan ini muncul kembali saat saya mengikuti materi di Diplomat Sukses Season 16.

Dan terus terang, saya mendapat perspektif baru.

Selama ini kita sering melihat entrepreneur sukses seolah “natural born talent”.
Seakan-akan mereka punya kepekaan, nyali, intuisi, dan sense bisnis yang tidak bisa direplikasi.

Namun ternyata, kompetensi wirausaha bukan hal yang abstrak.
Ia bisa diidentifikasi, dinilai, dan dibedah kekuatan serta kekurangannya.

Ada indikator perilaku yang memengaruhi kualitas entrepreneur dalam:

  • Mengambil keputusan

  • Membaca peluang pasar

  • Mengelola risiko

  • Membangun dan menjaga kolaborasi

Dengan adanya pendekatan berbasis kompetensi ini, kita dapat melihat seberapa siap seorang entrepreneur untuk menjaga bisnis tetap hidup  bahkan untuk scale up.

Di sinilah saya semakin sadar bahwa kemampuan entrepreneurship bisa ditingkatkan secara sistematis. Ia bukan semata-mata bakat; ia adalah kapasitas yang dapat dibangun, dilatih, dan dikembangkan.

Terlebih pada tahap pertumbuhan bisnis, tantangan terbesar justru sering berada pada kapabilitas leadership dari foundernya sendiri. Produk bisa berkembang. Pasar bisa melebar. Aset bisa bertambah.
Namun jika pemimpinnya tidak berkembang, bisnis akan berhenti di level itu.

Belajar ini membuat saya semakin yakin: menjadi entrepreneur adalah perjalanan peningkatan kualitas diri secara berkelanjutan. Dan langkah pertama untuk naik level adalah mengukur diri.

Melihat secara jujur kekuatan apa yang sudah kita miliki, dan area apa yang perlu diperbaiki.

Pertanyaannya untuk Anda:
menurut Anda sendiri, entrepreneur itu lebih banyak dilahirkan atau dibentuk?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kewirausahaan: Faktor-Faktor Pemicu Kewirausahaan

Entrepreneur   : orang yang menciptakan pekerjaan yang berguna bagi diri sendiri. Entre :            berasal dari kata entrependere (bahasa France)             :            artinya sebuah usaha yang berani dan penuh resiko (sulit). Entrepreneur : : orang yang mampu mengolah sumber daya yang ada menjadi suatu produk yang    mempunyai nilai;         : Mencari keuntungan dari peluang yang belum digarap orang lain. Entrepreneur : orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan (Kasmir, 2007 : 18). Peter F. Drucker :    kewirausahaan merupakan    kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Zimmerer          : kewirausahaan sebagai suatu prose...

Entrepreneurial Marketing: What I Learned from Building a Business and Teaching in the Classroom

 I didn’t first learn marketing from textbooks. I learned it from the field, from small failures, limited resources, and decisions made with more courage than certainty. Only later did the term Entrepreneurial Marketing begin to make sense, because it perfectly described what I had been practicing all along. As both an entrepreneur and a lecturer, I live in two worlds that are often seen as separate: practice and theory. In reality, they constantly inform and strengthen each other. Building a Business Taught Me What Marketing Really Means When I started my business journey, I didn’t have a large marketing budget or a dedicated team. What I had was a product, belief, and the determination to survive. Every marketing decision began with a simple question: what can I do today with the resources I already have? Many strategies were not born from complex market research, but from direct conversations with customers, feedback from partners, and real-time market responses. I experime...

Tempeh: A Pillar of Food Security in an Uncertain Economy

In times of economic uncertainty, the global community often finds itself seeking sustainable, affordable, and nutritious food sources. One such unsung hero is tempeh , a traditional Indonesian food made from fermented soybeans. Long appreciated in Southeast Asia for its taste and health benefits, tempeh is now gaining recognition worldwide for its potential to contribute significantly to food security. What Makes Tempeh Special? Tempeh is not just a high-protein food; it is also rich in fiber, vitamins, and probiotics due to its fermentation process. Unlike highly processed meat alternatives, tempeh retains much of the nutritional value of soybeans in a natural, minimally processed form. A single serving can provide all essential amino acids, making it a complete protein source—ideal for both vegetarians and those looking to reduce meat consumption. Affordable and Accessible One of the key advantages of tempeh is its low production cost. Soybeans are relatively inexpensive and wid...