Langsung ke konten utama

Dunia sementara

Kiriman sahabat yang jadi pengingat


Subuh via unplash
Kamu percaya ilmu bisa datang dari mana saja. Kamu juga percaya bahwa hati manusia bisa tersentuh dari hal apa saja. Bisa jadi hal sepele yang kamu baca tidak berdampak sedikit pun bagi dirimu, tapi begitu memberikan perubahan besar bagi orang lain. Dari manapun ilmu itu berasal, nyatanya yang terpenting bukan berasal dari mana ilmu itu keluar, tapi seberapa manfaat ilmu itu memberikan dampak bagi yang menerimanya. Silahkan dibaca ini sebuah kiriman dari sahabat. Walau tidak tercantum sumbernya, namun semoga kamu berkenan menerima ilmunya. Salam

-

Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh

Semangat Subuh

*MALU RASANYA*

Jika Imam Syafi’i merasa mendapat bencana saat melihat betis gadis yang tak sengaja tersingkap. Aku malah merasa mendapat nikmat meski tak diungkap.

Jika Umar menginfakkan kebun yang membuatnya ketinggalan shalat ashar. Aku malah biasa saja berulang kali tertinggal meski adzan terdengar.

Jika Urwah bin Zubair tak terganggu salatnya saat pisau bedah mengamputasi kaki. Aku bahkan terganggu hanya karena nyamuk yang menggigit ibu jari.

Jika Nabi Ibrahim as. sangat menyesal karena pernah berbohong meski seumur hidup hanya tiga kali. Aku malah santai saja meski jumlah dustaku sudah tak terhitung lagi.

Jika ‘Aisyah menyesali mengatakan “Shafiyah Si Pendek” yang bisa mengubah warna lautan. Lalu bagaimana dengan gunjingan dari mulutku? Mungkin bisa membuat seluruh samudra menjadi busuk dan pekat kehitaman.

Jika Umar bin Abdul Azis bergetar menahan istrinya berbicara di ruangan yang diterangi pelita minyak yang dibiayai negara. Aku malah keasyikkan menggunakan fasiltas perusahaan seakan milikku saja.

Jika serpihan pagar kayu rumah orang yang dijadikan tusuk gigi bisa membuat “sang kyai” tertahan untuk masuk surga. Aku malah woles saja menikmati mangga hasil jarahan kebun tetangga.

Sudah begitu …
Pede pula meminta surga.
*Astaghfirulloh!* 😓

Memang hari ini dunialah yang nyata dan akhirat hanya cerita. Namun sesudah mati, akhiratlah yang nyata dan dunia tinggal cerita.

Ya Alloh ampunilah dosa dan kesalahan kami dan jadikan kami menjadi lebih baik dan lebih bermanfaat di sisa hidup kami.

*Robbana Taqobbal Minna*
Ya Alloh terimalah dari kami (amalan kami), Aamiin

*_Selamat menunaikan ibadah sholat subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

-

Salam bertumbuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bedah buku Aroma Karsa-Dewi 'Dee' Lestari

Review novelnya Dewi 'Dee' Lestari. Judul buku: Aroma Karsa Penulis: Dewi 'Dee' Lestari Penerbit: PT. Bentang Pustaka Terbit: Cetakan pertama, Maret 2018 ISBN: 978-602-291-4631 Genre: Misteri, petualangan (Fiksi) Tebal: xiv+710 halaman; 20 cm Harga; Rp. 125.000 Pengantar dan sinopsis Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia. Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi. Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum. Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Ja...

Melakukan Apa yang Harus Dilakukan, Bahkan Ketika Kita Tidak Ingin Melakukannya

Ada satu hal yang sering kali kita bicarakan ketika membahas kesuksesan, tetapi tidak selalu mudah untuk dijalankan: disiplin. Kita sering mengagumi orang-orang yang berhasil. Melihat pencapaian mereka, bisnis yang berkembang, karier yang cemerlang, atau kehidupan yang tampaknya berjalan sesuai harapan. Namun, ada bagian yang tidak selalu terlihat dari semua pencapaian itu. Rutinitas yang dilakukan berulang kali, keputusan-keputusan kecil yang mungkin membosankan, serta kemampuan untuk tetap melakukan sesuatu meskipun sedang tidak memiliki motivasi. Saya semakin percaya bahwa disiplin adalah salah satu pembeda antara seseorang yang hanya memiliki keinginan dengan seseorang yang benar-benar berusaha mewujudkannya. Motivasi Membuat Kita Memulai, Disiplin Membuat Kita Bertahan Tidak setiap hari kita bangun dengan semangat yang sama. Ada hari ketika pekerjaan terasa menyenangkan, ide datang begitu saja, dan semua rencana terasa mudah dijalankan. Namun, ada juga hari ketika semuanya terasa ...

Marketing 1.0 sampai 6.0 Evolusi Pemikiran Philip Kotler tentang Pemasaran

Pengalaman saya menjadi pembicara di marketing festival di pekan baru dan Jogja. Ketika berbicara tentang pemasaran, nama Philip Kotler hampir selalu menjadi salah satu rujukan utama. Selama beberapa dekade, Kotler bersama Hermawan Kartajaya mengembangkan pemikiran mengenai bagaimana pemasaran terus berubah mengikuti perkembangan masyarakat, teknologi, dan perilaku konsumen. Perubahan tersebut kemudian sering dijelaskan melalui konsep Marketing 1.0, 2.0, 3.0, 4.0, 5.0, hingga 6.0 . Menariknya, perubahan ini bukan berarti konsep sebelumnya menjadi tidak relevan. Justru, setiap tahap merupakan perkembangan dari tahap sebelumnya. Produk tetap penting, konsumen tetap penting, nilai kemanusiaan tetap penting, dan teknologi semakin menjadi bagian yang menghubungkan semuanya. Lalu, bagaimana evolusi tersebut? Marketing 1.0: Product-Centric Marketing 1.0 merupakan fase ketika pemasaran sangat berorientasi pada produk . Pada era ini, perusahaan berfokus pada bagaimana menghasilkan produk secar...