Langsung ke konten utama

Cermat dalam memilih teman

 Dari Abu Musa, ia berkata: "Perumpamaan orang mukmin dengan mukmin lainnya, laksana satu bangunan yg saling menguatkan satu sama lainnya. Perumpamaan teman yg saleh, laksana seorang penjual minyak wangi, meskipun kamu tidak mendapatkan minyak wanginya, namun kamu akan mendapatkan semerbak wanginya. Sedangkan perumpamaan teman yg buruk adalah laksana tukang pandai besi. Jika ia tidak membakarmu, maka percikan apinya akan mengenaimu. Seorang bendahara yg amanah, yg menunaikan apa yg telah diamanahkan padanya, maka baginya pahala seperti pahala salah seorang dari dua orang yg bersedekah. (HR. Ahmad Imam Ahmad bin Hanbal, No. 18798)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengendalikan Emosi

Mengendalikan emosi.  Emosi dan perasaan akan bergolak dikarenakan dua hal; kegembiraan yang memuncak dan musibah yang berat. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda, “ Sesungguhnya aku melarang dua macam ucapan yang bodoh lagi tercela: keluhan tatkala mendapat nikmat dan umpatan tatkala mendapat musibah.” Dan Allah berfirman, (( Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu .) ( QS. Al-Hadid:23 ) Maka dari itulah, Rasulullah bersabda, “ Sesungguhnya kesabaran itu ada pada benturan yang pertama .” Barangsiapa mampu menguasai perasaannya dalam setiap peristiwa, baik yang memilukan dan juga yang menggembirakan, maka dialah orang yang sejatinya memiliki kekukuhan iman dan keteguhan keyakinan. Karena itu pula, ia akan memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan dikarenakan keberhasilannya mengalahkan nafsu. Allah SWT menyebutkan bahwa...

Focus on Yourself: The Daily Discipline of Becoming Better

In a world that constantly invites comparison, distraction, and noise, focusing on yourself can feel almost rebellious. Social media celebrates other people’s milestones. News cycles amplify chaos. Expectations both external and internal pull us in a hundred directions. But real growth begins the moment we turn inward. Not in isolation. Not in selfishness. But in awareness. Why Focusing on Yourself Matters Psychologists often refer to the concept of locus of control  whether we believe our lives are shaped by external forces or by our own actions. According to research by psychologist Julian Rotter, individuals with an internal locus of control tend to be more proactive, resilient, and goal-oriented. When you focus on yourself: You stop competing and start improving. You shift from blaming circumstances to building capacity. You measure progress against who you were yesterday, not against someone else today. As James Clear writes in his book Atomic Habits , “You...

Ketika Secangkir Kopi Jadi Alasan Orang Kembali (When a Cup of Coffee Becomes the Reason People Come Back)

Suatu pagi, seseorang masuk ke sebuah gerai Starbucks. Ia memesan kopi yang sama seperti biasanya. Baristanya tersenyum, lalu berkata, “Seperti biasa ya?” Nama pelanggan itu ditulis di gelas. Musik mengalun pelan. Aromanya familiar. Tempat duduknya terasa nyaman. Kopinya? Mungkin tidak jauh berbeda dari kedai lain. Tapi tetap saja, ia kembali lagi ke tempat itu, hari demi hari. Kenapa? Bukan Soal Kopi Kalau dipikir-pikir, Starbucks tidak pernah benar-benar menjual kopi. Mereka menjual: Rasa “dikenal” Rasa nyaman Rasa punya tempat Konsep ini bahkan disebut sebagai “third place”  tempat ketiga setelah rumah dan kantor. Di sinilah kekuatan sebenarnya: Starbucks berkompetisi lewat pengalaman, bukan produk. Detail Kecil yang Tidak Kebetulan Semua yang kita rasakan di Starbucks bukan terjadi secara acak. Nama di gelas? → Membangun koneksi personal. Musik yang dipilih? → Mengatur mood. Desain interior? → Membuat orang betah lebih lama. Barista yang ramah? ...