Dari Abu Musa, ia berkata: "Perumpamaan orang mukmin dengan mukmin lainnya, laksana satu bangunan yg saling menguatkan satu sama lainnya. Perumpamaan teman yg saleh, laksana seorang penjual minyak wangi, meskipun kamu tidak mendapatkan minyak wanginya, namun kamu akan mendapatkan semerbak wanginya. Sedangkan perumpamaan teman yg buruk adalah laksana tukang pandai besi. Jika ia tidak membakarmu, maka percikan apinya akan mengenaimu. Seorang bendahara yg amanah, yg menunaikan apa yg telah diamanahkan padanya, maka baginya pahala seperti pahala salah seorang dari dua orang yg bersedekah. (HR. Ahmad Imam Ahmad bin Hanbal, No. 18798)
Di era pasar yang semakin dinamis dan kompetitif seperti sekarang, strategi pemasaran tradisional saja tidak lagi cukup—terutama di industri agro. Seiring meningkatnya permintaan global terhadap makanan yang berkelanjutan dan bergizi, pertemuan antara kewirausahaan dan pertanian membuka peluang baru untuk inovasi, branding, dan penciptaan nilai berbasis komunitas. Apa Itu Entrepreneurial Marketing? Entrepreneurial marketing (pemasaran kewirausahaan) adalah pendekatan pemasaran yang tidak konvensional, adaptif, dan berbasis peluang, biasanya digunakan oleh startup dan bisnis kecil untuk menciptakan nilai di tengah ketidakpastian dan keterbatasan sumber daya. Pendekatan ini sangat relevan bagi agropreneur—para pelaku usaha di bidang pertanian, produksi pangan, atau pengembangan pedesaan. Tinjauan Buku: Entrepreneurial Marketing oleh MarkPlus, Inc. Buku "Entrepreneurial Marketing" karya tim MarkPlus, Inc. (Hermawan Kartajaya dkk) memberikan kerangka yang kuat dan lokal unt...
Komentar
Posting Komentar