Langsung ke konten utama

Kebaikan-kebaikan kecil yang dampaknya tidak kecil. Simak yuk, biar hidupmu lebih bermakna

Hallo Bels


Berbuat baik ternyata tidak perlu menunggu siap dan bermodal besar dulu, berbuat baik bisa dilakukan kapan pun dan dimanapun. Kamu bisa mulai melakukannya hari ini, saat ini, atau bahkan detik ini juga. Bahkan terkadang ada kebaikan-kebaikan yang kamu anggap sepele, namun dampaknya ternyata tidak sesepele itu bagi orang lain. Berikut ini contoh kebaikan kecil yang dampaknya tidak kecil bagi sekelilingmu. Simak, yuk!

Bersyukur setiap hari
Mengucap syukur via gbika.org
Berpikiran positif dan selalu bersyukur akan membuat hidupmu menjadi lebih tenang. Bersyukur atas kondisi apapun yang kamu alami akan membuat jiwamu terasa tentram, tidak mudah terpancing amarah, lebih sabar, dan pemaaf. Bukan tidak mungkin loh aura positif kamu ini menginspirasi dan memotivasi orang-orang di sekelilingmu.

Berikan senyum yang tulus
Melayani dengan senyuman via kompasiana
Kamu bisa berbuat baik dengan memberikan senyum yang tulus. Memberikan senyum kepada orang yang kamu temui, misalnya rekan kerja, akan menjadikan kamu dikenal sebagai pribadi yang ramah dan membuat orang lain merasa nyaman berada di sekitarnya.

Buang sampah pada tempatnya
Ajari anak membuang sampah pada tempatnya via orami
Jangan merasa berat untuk membuang sampah pada tempatnya. Ini sebenarnya aktivitas yang sangat ringan namun banyak yang belum menjadikan aktivitas ini sebagai sebuah kebiasaan. Padahal dampaknya bukan cuma membuat lingkunganmu tampak bersih dan enak dipandang, tapi kamu juga sekaligus telah membantu meringankan pekerjaan petugas kebersihan dan turut menjaga lingkungan.

Tidak egois di angkutan umum
Mendahulukan ibu hamil di angkutan umum via kaskus
Buat kamu yang sering memanfaatkan transportasi publik seperti busway dan commuter line, cobalah untuk mengalah dan memberikan tempat duduk bagi mereka yang membutuhkan, seperti ibu hamil, lansia, dan penyandang difabel. Percayalah, lelahmu akan berbuah berkah.

Memberi kesempatan pejalan kaki menyebrang
Mengutamakan pejalan kaki via ikons.id
Saat fokus berkendara kamu juga tetap bisa melakukan kebaikan bagi sekelilingmu. Contohnya, dengan bersabar menurunkan kecepatan kendaraanmu untuk memberi kesempatan kepada pejalan kaki menyebrang. Mengurangi beberapa detik laju kendaraanmu tidak menjadikan waktumu terbuang. Justru kamu telah memberikan rasa aman kepada mereka untuk menyebrang.

Ikuti hobi yang bermanfaat
Festival bahasa isyarat via dw_dee07
Punya hobi itu keren loh, apalagi ternyata hobi yang sedang kamu geluti ini punya nilai manfaat yang besar bukan hanya untuk dirimu sendiri tapi juga bagi banyak orang. Misalnya kamu punya hobi belajar bahasa  isyarat, selain hobi tersebut membantu kamu untuk mempelajari bahasa teman-teman kita yang sedang kurang beruntung, tapi dengan keahlian bahasa isyarat tersebut kamu juga bisa membentuk komunitas untuk membantu lebih banyak orang lain agar mengerti bahasa isyarat.

Saring sebelum sharing
Gerakan anti hoax via change.org
Di era teknologi seperti sekarang ini arus informasi khususnya di sosial media menjadi sangat besar dan tak terkendali. Agar tidak menyebarkan informasi hoax dan menyinggung sebagian golongan, ada baiknya kamu melakukan saring informasi yang kamu dapat sebelum men-sharing-nya via platform sosial media kamu.

Apapun aksi kebaikan yang kamu lakukan, percaya deh tidak ada kebaikan manapun yang terlalu kecil untuk dilakukan, begitupun tidak ada keburukan manapun yang terlalu besar untuk dimaafkan. Mungkin balasan dari kebaikanmu itu tidak langsung kamu dapatkan sekarang berupa materi, tapi pasti akan berbalas berupa apapun nantinya termasuk berupa nama baik dan kesehatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengendalikan Emosi

Mengendalikan emosi.  Emosi dan perasaan akan bergolak dikarenakan dua hal; kegembiraan yang memuncak dan musibah yang berat. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda, “ Sesungguhnya aku melarang dua macam ucapan yang bodoh lagi tercela: keluhan tatkala mendapat nikmat dan umpatan tatkala mendapat musibah.” Dan Allah berfirman, (( Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu .) ( QS. Al-Hadid:23 ) Maka dari itulah, Rasulullah bersabda, “ Sesungguhnya kesabaran itu ada pada benturan yang pertama .” Barangsiapa mampu menguasai perasaannya dalam setiap peristiwa, baik yang memilukan dan juga yang menggembirakan, maka dialah orang yang sejatinya memiliki kekukuhan iman dan keteguhan keyakinan. Karena itu pula, ia akan memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan dikarenakan keberhasilannya mengalahkan nafsu. Allah SWT menyebutkan bahwa...

Critical Eleven

Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven, sebelas menit paling kritis di dalam pesawat-tiga menit setelah take off  dan delapan menit sebelum landing - karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger . In a away, it's kinda the same with meeting people, Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah-delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah menjadi perpisahan. -Critical Eleven, Ika Natassa-

Kewirausahaan : Faktor Pemicu dan Langkah Menuju Keberhasilan Berwirausaha

Faktor-faktor pemicu kewirausahaan David C. McClelland (1961 : 207) mengemukakan bahwa kewirausahaan ditentukan oleh motif berprestasi, optimisme, sikap nilai dan status keswirausahaan. Perilaku kewirausahaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor internal meliputi hak kepemilikan ( property right), kemampuan/kompetensi (ability/competency) dan insentif, sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan (environment). Langkah menuju keberhasilan berwirausaha Untuk menjadi wirausaha yang sukses, seseorang harus memiliki ide atau visi bisnis yang jelas serta kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko, baik waktu maupun uang. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi resiko, langkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan dan menjalankannya.       Sumber : Melinda Rahma Arullia