Langsung ke konten utama

Al Hajj (Haji)-2

Qur'an journaling




Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah ke haribaan Rasulullah s.a.w., keluarganya serta para sahabatnya. Wa Ba'du.

-


Persesuaian surat Al Hajj dengan surat sebelumnya (Al Anbiyaa'):

1. Pada akhir Al anbiyaa' dikemukakan hal-hal yang berhubungan dengan hari kiamat, sedang pada bahagian permulaan surat Al Hajj mengemukakan bukti-bukti adanya hari berbangkit dengan dalil akal.

2. Surat Al Anbiyaa' mengutarakan bahwa Allah tidak menjadikan manusia sebagai makhluk yang kekal hidupnya; semuanya akan merasa mati. Kemudian mereka dibangkitkan di hari kiamat untuk dihisab perbuatan-perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia. Pada surat Al Hajj diterangkan bahwa manusia dapat menjadikan dalil keadaan pertumbuhan yang terdapat di alam semesta, dari ada kepada tidak ada dan sebaliknya, sebagai bukti bahwa janji Allah tentang hari berbangkit pasti akan menjadi kenyataan.

3. Surat Al Anbiyaa' menerangkan kisah nabi-nabi dan dalil-dalil yang dihadapkan kepada kaumnya tentang kebenaran agama yang dibawanya, sedang surat Al Hajj menuntut agar manusia memperhatikan aneka ragam ciptaan Allah dan pengaturannya, untuk memperkuat kepercayaan kepada kebenaran agama Allah.

-

Kehidupan di hari kemudian; kedahsyatan hari kiamat.

(Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sungguh, guncangan (hari) Kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar.
(QS. Al Hajj:1)

(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (guncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.
(QS. Al Hajj:2)

-

Hadist yg berkaitan; Hadist Nabawi; Kedahsyatan Hari Kiamat.

Dari Al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakr, bahwasanya 'Aisyah Ra. berkata, "Rasulullah Saw. bersabda, "(pada hari kiamat) kalian akan dikumpulkan dengan keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan tidak berkhitan". Aisyah berkata, "Ya Rasulullah, laki-laki dan perempuan, satu sama lain dapat melihat auratnya?" Nabi menjawab, "kejadian ketika itu lebih dahsyat sehingga memalingkan mereka dari keinginan seperti itu." (HR. Bukhari, Fathul bari, juz 13, no. 6527, 1416 H/1996 M: 187).

-

Qur'an journaling.

Kegiatan qur'an journaling ini saya dapat dari seorang teman, sebelum berpikir lebih jauh mari kita lihat dulu penjelasannya biar tdk salah paham.

Apa itu qur'an journaling?
Journal kalau diartikan sebagai *kegiatan menuliskan pikiran dan perasaan* kita agar semakin jelas dan dipahami. Bahasa sederhananya adalah *kita seperti nulis diary*. 😁

Intinya dari Quran Journaling adalah *menuliskan refleksi kita terhadap ayat - ayat yang kita baca*. Apa yang kita rasakan, apa yang kita pikirkan dengan ayat yang kita baca. *Nah pikiran dan perasaan kita tentang ayat - ayat yang kita baca itu kita tuliskan*. Kalau saya pribadi, akan menuliskan journal ini di blog ini.

Jadi, QJ itu _bukan_ menafsirkan Quran. Tapi mencurahkan isi hati kita tentang ayat yang kita baca atau memang sengaja ingin kita tadabburi.

Inget, kualitas kita msih belum sampai kepada _mufassirin_, lebih tepatnya adalah _khawatirul quran_ atau *lintasan - lintasan pikiran tentang suatu ayat/surat kemudian kita dokumentasikan menjadi tulisan*

-

Refleksi
Seperti 2 ayat pertama yg tertera diatas bahwa Allah SWT telah memperingatkan kita tentang kehidupan di hari kemudian. Bahwa nantinya kehidupan ini akan berakhir, semua yg bernyawa pasti akan merasakan mati seperti yg dirasakan orang-orang sebelumnya. Pada ayat tsb juga dijelaskan bahwa guncangan pada hari kiamat sangatlah besar. Yg kemudian dijelaskan di ayat selanjutnya yaitu bahkan saking dahsyatnya guncangan tsb semua perempuan yg menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yg disusuinya, dan perempuan yg hamil akan keguguran kehamilannya. Astaghfirullahalazim. Yg ada pada benak saya adalah, seorang ibu yg pengasih pasti akan melindungi anaknya dalam kondisi bencana seperti apapun, maka jika diceritakan seperti pada ayat tsb bisa dibayangkan betapa keras dan dahsyat guncangan yg terjadi pada hari kiamat.

Yg saya sadari sebagai manusia, bahwa kita sering lupa dan lalai terhadap kehidupan ini. Saat senang kita seringnya lupa kpd Allah, bahkan saat sedihpun kadang kita malah menyalahi takdir. Maka wajar saja bila kita memang harus trs diingatkan ttg hari berbangkit, hari dimana semua amal ibadah akan ditimbang. Agar kita memiliki tujuan yg jelas dalam menjalani hidup ini, tidak belok kesana kemari hanya untuk mendapatkan pengakuan dari manusia lain, yg lebih penting adalah mendapatkan pengakuan dari Sang Pemilik alam semesta.

-

Salam berproses dan bertumbuh 🙏

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengendalikan Emosi

Mengendalikan emosi.  Emosi dan perasaan akan bergolak dikarenakan dua hal; kegembiraan yang memuncak dan musibah yang berat. Dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda, “ Sesungguhnya aku melarang dua macam ucapan yang bodoh lagi tercela: keluhan tatkala mendapat nikmat dan umpatan tatkala mendapat musibah.” Dan Allah berfirman, (( Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu .) ( QS. Al-Hadid:23 ) Maka dari itulah, Rasulullah bersabda, “ Sesungguhnya kesabaran itu ada pada benturan yang pertama .” Barangsiapa mampu menguasai perasaannya dalam setiap peristiwa, baik yang memilukan dan juga yang menggembirakan, maka dialah orang yang sejatinya memiliki kekukuhan iman dan keteguhan keyakinan. Karena itu pula, ia akan memperoleh kebahagiaan dan kenikmatan dikarenakan keberhasilannya mengalahkan nafsu. Allah SWT menyebutkan bahwa...

Strategi Agriyaponik untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan pertanian, dan meningkatnya kebutuhan pangan global, sektor pertanian dituntut untuk terus berinovasi. Sistem pertanian konvensional yang bergantung pada penggunaan air besar, pupuk kimia, dan lahan luas mulai menghadapi berbagai keterbatasan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu konsep yang mulai berkembang dalam dunia agribisnis modern adalah agriyaponik . Sistem ini hadir sebagai solusi pertanian terintegrasi yang mengombinasikan budidaya tanaman, perikanan, pengelolaan nutrisi organik, serta pendekatan kewirausahaan dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Apa Itu Agriyaponik? Agriyaponik merupakan pengembangan dari sistem akuaponik yang tidak hanya berfokus pada integrasi ikan dan tanaman, tetapi juga memasukkan aspek agribisnis, inovasi, sustainability, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam sistem ini, limbah dari budidaya ...

Ketika Secangkir Kopi Jadi Alasan Orang Kembali (When a Cup of Coffee Becomes the Reason People Come Back)

Suatu pagi, seseorang masuk ke sebuah gerai Starbucks. Ia memesan kopi yang sama seperti biasanya. Baristanya tersenyum, lalu berkata, “Seperti biasa ya?” Nama pelanggan itu ditulis di gelas. Musik mengalun pelan. Aromanya familiar. Tempat duduknya terasa nyaman. Kopinya? Mungkin tidak jauh berbeda dari kedai lain. Tapi tetap saja, ia kembali lagi ke tempat itu, hari demi hari. Kenapa? Bukan Soal Kopi Kalau dipikir-pikir, Starbucks tidak pernah benar-benar menjual kopi. Mereka menjual: Rasa “dikenal” Rasa nyaman Rasa punya tempat Konsep ini bahkan disebut sebagai “third place”  tempat ketiga setelah rumah dan kantor. Di sinilah kekuatan sebenarnya: Starbucks berkompetisi lewat pengalaman, bukan produk. Detail Kecil yang Tidak Kebetulan Semua yang kita rasakan di Starbucks bukan terjadi secara acak. Nama di gelas? → Membangun koneksi personal. Musik yang dipilih? → Mengatur mood. Desain interior? → Membuat orang betah lebih lama. Barista yang ramah? ...