Langsung ke konten utama

Muqaddimah Al Mulk (Kerajaan)

Qur'an Journaling




Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah ke haribaan Rasulullah s.a.w., keluarganya serta para sahabatnya. Wa Ba'du.

-

Surat ini terdiri atas 30 ayat, termasuk golongan surat-surat Makiyyah, diturunkan sesudah surat Ath Thuur.

Nama "Al Mulk" diambil dari kata "Al Mulk" yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya kerajaan atau kekuasaan. Dinamai pula surat ini dengan "Tabaarak" (Maha Suci).

Pokok-pokok isinya:
Hidup dan mati ujian bagi manusia; Allah menciptakan langit berlapis-lapis dan semua ciptaan-Nya mempunyai keseimbangan; perintah Allah untuk memperhatikan isi alam semesta; azab yang diancamkan kepada orang-orang kafir; dan janji Allah kepada orang-orang mu'min; Allah menjadikan bumi sedemikian rupa hingga mudah bagi manusia untuk mencari rezki; peringatan Allah kepada manusia tentang sedikitnya mereka yang bersyukur kepada ni'mat Allah.

-

Salam berproses dan bertumbuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Strategi Indonesia menuju negara maju dengan cara meningkatkan kualitas usaha mikro kecil dan menengah

STRATEGI INDONESIA MENUJU NEGARA MAJU DENGAN CARA MENINGKATKAN KUALITAS USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (Oleh: Bela Putra Perdana) Latar Belakang Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berpotensi menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia jika dilihat dari besarnya kontribusi yang telah diberikan kepada perkembangan perekonomian Indonesia. Data Kementrian Koperasi dan UMKM (2017) menunjukkan, peran substansial dari UMKM menyumbangkan 60,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara dan menyerap 97,22% dari jumlah tenaga kerja di Indonesia. Minat atas dunia kewirausahaan di Indonesia telah dirasakan meningkat dalam beberapa tahun belakangan dengan semakin menjamurnya jenis usaha, seperi kafe, warung, restoran, binis retail yang konvensional hingga ke bisnis online yang memaksimalkan fungsi teknologi. Namun dalam mendirikan dan mengembangkan usaha, para wirausaha tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan campur tangan pemerintah dalam mendampingi usaha-usaha tersebu...

Mengutarakan rasa bukanlah tanda kelemahan

Dalimunte Dal, kalau ada sosok paling bijak yang aku kenal saat ini, mungkin orang itu adalah dirimu. Kau adalah anak laki-laki pertama di keluarga dan mempunyai tanggung jawab menjadi panutan bagi adik-adik serta menjadi pelindung bagi kakak perempuanmu kak Laisa. Begini Dal, ada yang ingin aku diskusikan denganmu. Tentang menjadi kuat untuk tidak pernah mengutarakan rasa. Masyarakat kita sudah kandung menilai kalau bagi laki-laki, rasa itu tidak boleh diutarakan, karna itu tanda kelemahan. "Mereka bilang laki-laki itu tidak boleh menangis, kalau tidak mau dianggap cengeng". "Laki-laki itu tidak boleh berkeluh kesah, kalau tidak mau dianggap lemah". Laki-laki itu harus kuat, biar rasa pedih itu disimpan rapat-rapat dalam hatinya. Aku rasa anggapan itu tidak beralasan, Dal. Menurutku tidak ada hubungannya menangis dan menjadi cengeng. Tidak ada korelasinya mengutarakan apa yang kita rasa dengan menjadi lemah. Dan tidak ada kekuatan dibangun tanpa r...

Al Kahfi (Gua)-4

Qur'an journaling Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah ke haribaan Rasulullah s.a.w., keluarganya serta para sahabatnya. Wa Ba'du. - (Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu*.) (QS. Al Kahfi: 16) *Perkataan ini terjadi antara mereka sendiri yang timbulnya karena ilham dari Allah. - Hadist yg sesuai Hadis Nabawi; Menyelamatkan Agama dari Fitrah. Dari Abu Sa'id Al-Khudri, dia berkata, "Rasulullah Saw. bersabda, Hampir saja terjadi (suatu zaman) dimana ketika itu harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan tempat-tempat terpencil, dia pergi menghindar dengan membawa agamanya disebabkan takut terkena fitnah." (HR Bukhari, Sahihul Bukhari, Juz 1, N...