Langsung ke konten utama

Suaka elang loji

Paijo


Jo apa kabar? Masih punya niatan ke Bogor kan? Nanti kalau kamu ke Bogor, gue ajak lo jalan-jalan ke suaka elang loji. Tempat camp yang sejuk dan juga cozy, gue yakin lo pasti suka jo.

Tempatnya ada di kaki gunung salak persis, kebayang kan dinginnya kayak gimana. Kalau jadi nanti lo gue ajak kesini, jangan lupa bawa jaket calvin klein lo yang kece itu ya. Jangan lupa juga bawa cemilan chiki taro kesukaan lo sebanyak mungkin, karna disini nggak ada yang jual.

Nanti kita kesana naik motor vixion gue aja jo, soalnya nggak ada angkutan umum yang bisa masuk sampe depan gerbang. Belum lagi jalan masuknya yang masih belum diaspal alias berbatu. Pokoknya posisinya nggak jauh dari kebun duren warso.

Seperti biasa gue tau pasti lo bakal nyari sesuatu yang unik di setiap destinasi yang bakal lo datengin. Tenang jo, disini tempatnya super unik. Baru pertama lo masuk tempat parkir aja, lo langsung disuguhin keanehan alam disana. Disana banyak kupu-kupu dan serangga yang aneh. Lo lihat sendiri deh
Kupu-kupu bergambar makhluk seperti muka manusia via dok pribadi

Kupu-kupu bergambar ular via dok pribadi
Kupu-kupu nemplok di tirai via dok pribadi
Kupu-kupu putih berkumis di tanah via dok pribadi
Ada kupu-kupu bergambar muka manusia, sampe belalang menyerupai ular. Semuanya nemplok gitu aja di dinding, nggak pergi kemana-mana. Jangan tanya gue kenapa bisa gitu, gue juga nggak tau. Allah yang maha kuasa.

Lanjut dari tempat parkiran ke pintu masuk itu lumayan jauh jo, lewatin sawah dan tanah berbatu yang becek kalau hujan. Tapi gue tau itu yang lo cari kan, trail run sejati! Awas aja sampe ngeluh.
Penunjuk arah suaka elang via dok pribadi
Sampe di pintu masuk nanti, lo langsung di manjain dengan spot untuk swa foto. Di jembatan gantung yang reot (max 4 orang sekali lewat), sama di pelataran yang sengaja dibuat untuk wisatawan kayak lo yang doyan foto (max 30 orang biar nggak rubuh). Tapi keduanya ketjeh asli sih jo, gue yakin lo suka.
Swa foto suaka elang max 30 orang via dok pribadi
Jembatan gantung suaka elang loji max 4 orang via dok pribadi
Spot foto suaka elang loji via dok pribadi
Oya fyi, tiket masuknya itu Rp. 12.000 ya jo. Di tiketnya sih tertera Rp. 7.500, sisanya itu katanya untuk mck. Nggak peduli kita berak apa nggak disana tetep bayarnya segitu kagak bisa nawar (gue tau orang kayak lo pasti nggak terima).
Tiket masuk suaka elang loji via dok pribadi
Setelah masuk gerbang masuk, lo bakal ngeliat hamparan pohon pinus dan tanah lapang yang biasa dipake buat camp. Jadi, nanti kita camp di sana ya jo, bakar jagung sambil main gitar sampe pagi.
Tempat camp suaka elang loji via dok pribadi
Besok paginya kita bisa mandi (ngojai) di curug naga, jaraknya sekitar satu kilo dari tempat camp dan rutenya nanjak (napas lo masih kuat kan jo?). Tenang, banyak spot untuk swa foto juga kok disana jadi lo gabakal nyesel. Belum lagi airnya yang jernih dan juga dingin, lo bayangin aja jo itu air langsung dari gunung.
Curug suaka elang loji via dok pribadi
Curug suaka elang loji via dok pribadi
Ehiya nanti juga kita bisa ngeliwet di sana, banyak batu-batu gede yang bisa kita jadiin tempat lesehan. Gue ngerti itu yang lo tunggu!

Nggak sabar lah gue ngajak lo kesini jo, asli ini tempat lo banget. Gunung salak itu kayak diapit sama beberapa gunung, karna ada di tengah-tengah gunung gede pangrango, dan gunung lainnya. Keliatan jelas dari sini kalau nggak mendung.

Oke jo, gue tunggu kabarnya kapan lo ada waktu ke Bogor ya. Kalau nggak ada kabar juga, gue samperin lo ke Semarang.

Sampai nanti jo,
Salam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Patience in Ramadan

Ramadan is often described as a month of restraint, holding back hunger, thirst, and desires. But beyond the physical, it is a profound exercise in patience. It teaches us to pause, to endure, and to remain grounded even when things don’t go as planned. In leadership, this lesson becomes even more meaningful. A leader is not only responsible for results, but also for people. And people change. Teams evolve. Some stay, some leave, some grow, and others struggle. In the middle of this constant movement, a leader faces one of the hardest tests: staying committed to the vision while everything else feels temporary. This is where patience becomes a form of strength. Ramadan reminds us that not everything is instant. Just like fasting from dawn to sunset, progress in leadership is often unseen in the moment. It requires consistency, discipline, and faith in the process. A leader who understands this does not rush decisions out of frustration, nor lose direction when the team shifts. Ins...

Membuka pandangan tentang arti keluarga dari keluarga cemara

Hi Bels " Harta yang paling berharga adalah keluarga,  Istana yang paling indah adalah keluarga Puisi yang paling bermakna adalah keluarga Mutiara tiada tara adalah keluarga" -Bunga Citra Lestari-Harta Berharga- Buat kamu yang besar di tahun 90-an pasti pernah nonton sinetron keluarga cemara. Sinetron ini merupakan serial bersambung yang tayang di RCTI pada periode 1996-2006, dan mengisahkan sebuah keluarga yang terdiri dari abah dan emak beserta anak-anaknya. Bersama-sama, mereka menjalani kehidupan berkeluarga dengan segala suka dukanya dengan profesi Abah sebagai tukang becak dan Emak sebagai ibu rumah tangga yang sangat sayang kepada anak-anaknya. Setelah 12 tahun berlalu, serial ini dibuat ulang (remake) menjadi film bioskop. Film tersebut dibintangi oleh Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir sebagai Abah dan Emak, Zara JKT48 sebagai Euis, dan Widuri Putri Sasono sebagai Ara. Nah buat kamu yang sudah nonton film keluarga cemara di bioskop, tentu masih...

Memilikimu-Tere Liye

Sepetik karya Tere Liye Sunset via unplash Aku mencintai sunset. Menatap kaki langit, ombak berdebur. Tapi aku tidak pernah membawa pulang matahari ke rumah. Kalaupun itu bisa kulakukan, tetap tidak akan kulakukan. Aku menyukai bulan, entah itu sabit, purnama, tergantung di langit sana. Tetapi aku tidak akan pernah memasukkannya ke dalam ransel. Kalaupun itu mudah kulakukan, tetap tidak akan kulakukan. Aku menyayangi sebuah mawar, berbunga warna-warni mekar semerbak. Tapi aku tidak akan memotongnya, meletakkannya di kamar, tentu bisa kulakukan apa susahnya. Namun tidak akan kulakukan. Aku mengasihi kunang-kunang, terbang mendesing kerlap kerlip di atas rerumputan yang gelap. Tapi aku tidak akan menangkapnya di botolkan menjadi penghias di meja makan. Tentu masuk akal dilakukan, pakai perangkap. Namun tidak akan pernah kulakukan. Ada banyak sekali jenis cinta di dunia ini. Yang jika kita cinta, bukan lantas harus memiliki. Ada banyak sekali jenis suka, kasih dan sayang...