Langsung ke konten utama

Jajanan Hits Tahun 90an, siapa masih ingat?

Hallo Bels


Kita coba nostalgia sebentar yuk. Nostalgia adalah aktivitas yang melibatkan emosi dan proses berfikir. Saat seseorang bernostalgia, ia membutuhkan proses kognitif dalam mengingat, dan di saat yang bersamaan juga melibatkan perasaannya. Tapi tahu nggak sih kamu, kalau bernostalgia itu ternyata dapat memberikan manfaat diantara lain membawa efek menenangkan, melawan emosi negatif, dan juga sebagai terapi supaya kamu nggak mudah lupa. Konon katanya orang-orang yang suka bernostalgia memiliki hubungan sosial yang lebih baik, dan saat mereka mengingat kejadian yang buruk atau berhadapan dengan situasi yang tidak menyenangkan, mereka akan lebih mudah mencari pertolongan atau masukan dari orang lain atau orang terdekat mereka. Wiih mantap kan! Tapi tenang, kita nggak akan bernostalgia tentang hal-hal pahit saat ini. Kita akan bernostalgia soal jajanan yang aduhai enaknya. Bagi kamu yang merasakan masa kecil di era 90an pastinya sudah familiar dengan jajanan ini. Yuk, kita bernostalgia sejenak dengan jajanan khas era tersebut.

Rambut Nenek
 
Rambut nenek lezat via idn

Jajanan tradisional yang populer di era 90an salah satunya adalah Rambut Nenek. Dengan rasa manis yang dibalut dengan kerupuk berwarna merah muda makanan ini menjadi favorit anak generasi 90an pada masanya. Hingga sekarang pun jajanan tersebut masih banyak dijumpai di pasar ataupun di perkampungan warga.

Telor Gulung
Telor gulung via food detikfood

Coba sebutin makanan favoritmu di depan gerbang sekolah! Pasti ada nama telor gulung diantaranya. Telor yang digulung pada tusukan kayu ini lebih nikmat bila dibalur saus sambal cair. Entah kenapa makanan ini begitu enak pada saat itu, dan menjadi salah satu makanan favorit ketika istirahat sekolah tiba bagi generasi 90an.

Pendekar Biru
Pendekar biru via bukalapak
Siapa yang sering dengar iklan ini di Minggu pagi saat jeda menonton film kartun favoritmu di tv? Pendekar biru pada masanya adalah permen batang paling hits, sebelum ada penerusnya yang setipe seperti permen kaki hot-hot pop. Kala itu kalau nggak makan permen yang satu ini dengan menjulurkan lidah yang berubah warna menjadi biru rasanya nggak gaul.


Chuba
Chiki chuba via tokopedia

Jajanan ringan murah meriah ini adalah berupa keripik singkong yang berbumbu asin dan gurih. Saat kita menikmatinya, bumbu chuba yang berwarna oranye itu akan menempel di jari-jari tangan. Siapa masih ingat?


Permen karet Yosan
Permen karet yosan via tokopedia
Generasi 90an pasti ingat dengan abjad yang tertera di balik kemasan permen karet Yosan. Jika beruntung, kamu akan menemukan abjad-abjad tersebut secara lengkap yang dirasa sangat sulit. Namun terlepas dari situ, rasa permen karet ini sangat khas dan digemari.


Wafer Superman
Wafer superman via tokopedia
Pada waktu kecil dulu pastinya kamu pernah menghadiri acara pesta ulang tahun teman. Lalu sepulang dari acara pesta ulang tahun, kamu memperoleh buah tangan yang berisi beraneka macam jajanan yang dikemas rapih. Salah satu jajanan yang disisipkan itu biasanya terdapat makanan kemasan Wafer Superman.


Coklat Payung
Coklat payung via tokopedia
Coklat ini di era 90an banyak ditemui di kantin sekolah atau warung di sekitar rumah. Bentuknya berupa payung yang tertutup. Harganya yang murah dan bentuknya yang unik membuat anak-anak menggemari jajanan ini.


Anak Mas
Anak mas via tokopedia
Makanan kemasan ini adalah berupa mie kering yang didalamnya  terdapat bumbu yang terpisah. Agar mendapatkan  kelezatan dari jajanan ini maka bumbu yang terpisah  tersebut harus dicampur dengan mie kering di dalamnya dengan cara meremasnya agar hancur dan mengaduknya agar merata.


Es Potong
Es potong via kaskus
Jajajanan  tradisional yang membuka memori kamu di era 90an adalah es potong. Penjual akan memotong es yang tersimpan di dalam gerobak sesuai kemauan pembelinya lalu menusuknya dengan tusukan yang terbuat dari bambu. Rasa es potong yang ditawarkan oleh pedagang ini beraneka  rasa yakni kacang hijau, coklat, strawberry, dan durian.

Nah itu dia jajanan era 90an yang sangat laku dan digemari pada masanya. Apakah jajanan favoritmu termasuk di dalamnya? Atau mungkin ada jajanan favoritmu yang lain pada masa itu? Apapun jajanannya pasa saat itu tentu semuanya akan membawamu pada kenangan masa kecil yang nggak selalu indah tapi patut untuk dikenang. Jangan sampai lupa sebijak apapun kamu saat ini, kamu tetap pernah melewati masa-masa absurd di masa kecil. Benar begitu kan?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Strategi Agriyaponik untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan pertanian, dan meningkatnya kebutuhan pangan global, sektor pertanian dituntut untuk terus berinovasi. Sistem pertanian konvensional yang bergantung pada penggunaan air besar, pupuk kimia, dan lahan luas mulai menghadapi berbagai keterbatasan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu konsep yang mulai berkembang dalam dunia agribisnis modern adalah agriyaponik . Sistem ini hadir sebagai solusi pertanian terintegrasi yang mengombinasikan budidaya tanaman, perikanan, pengelolaan nutrisi organik, serta pendekatan kewirausahaan dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Apa Itu Agriyaponik? Agriyaponik merupakan pengembangan dari sistem akuaponik yang tidak hanya berfokus pada integrasi ikan dan tanaman, tetapi juga memasukkan aspek agribisnis, inovasi, sustainability, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam sistem ini, limbah dari budidaya ...

Tempe, Ketahanan Pangan, dan Masa Depan Kedelai Indonesia

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tempe mungkin terlihat sederhana. Ia hadir di meja makan sehari-hari, dijual di pasar tradisional, warung kecil, hingga restoran modern. Namun di balik kesederhanaannya, tempe menyimpan cerita besar tentang pangan, ekonomi rakyat, dan masa depan Indonesia. Di tengah ancaman krisis pangan global, perubahan iklim, hingga ketergantungan impor bahan pangan, tempe justru menjadi salah satu simbol ketahanan pangan lokal yang paling nyata. Tempe bukan hanya makanan murah dan bergizi, tetapi juga sumber penghidupan jutaan masyarakat Indonesia. Pertanyaannya: apakah kita sudah melihat tempe sebagai bagian dari strategi besar ketahanan pangan nasional? Krisis Pangan dan Ketergantungan Impor Hari ini dunia sedang menghadapi tantangan pangan yang semakin kompleks. Pandemi COVID-19, konflik geopolitik, kenaikan harga pangan dunia, dan perubahan iklim membuat banyak negara mulai khawatir terhadap keamanan pangannya sendiri. Indonesia pun menghadapi tantangan...

Village-Based Entrepreneurial Agribusiness Institution Model untuk Masa Depan Pertanian Desa Indonesia

Di tengah tantangan perubahan iklim, urbanisasi, krisis pangan, dan menurunnya minat generasi muda terhadap pertanian, desa tidak bisa lagi hanya diposisikan sebagai “tempat produksi pangan”. Desa harus berubah menjadi pusat inovasi, kewirausahaan, dan pembangunan ekonomi berbasis agribisnis. Inilah mengapa konsep Village-Based Entrepreneurial Agribusiness Institution Model menjadi semakin relevan. Model ini menawarkan pendekatan baru dalam pembangunan pertanian desa: bukan sekadar meningkatkan hasil panen, tetapi membangun institusi agribisnis desa yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan. Apa Itu Village-Based Entrepreneurial Agribusiness Institution? Secara sederhana, konsep ini adalah: institusi agribisnis berbasis desa yang mengintegrasikan kewirausahaan, inovasi, teknologi, edukasi, dan ketahanan pangan dalam satu ekosistem pembangunan desa. Dalam model ini, pertanian tidak hanya dilihat sebagai aktivitas budidaya, tetapi sebagai: pusat ekonomi desa, pusat pembelaj...