Langsung ke konten utama

Peluang, Ancaman, Kekuatan, Kelemahan UKM Kambing Desa Cikarawang


Kode
Faktor Penentu
Peluang

A1
Pemda Kab. Bogor mendorong pengembangan UKM
B1
Departemen KUKM dalam rancangan strategi 2005-2009 mempunyai program peningkatan SDM UKM
C1
Membaiknya kondisi perekonomian Indonesia diikuti meningkatnya daya beli masyarakat
D1
Meningkatnya kegiatan sosial keagamaan
E1
Meningkatnya jumlah populasi penduduk
F1
Meningkatnya kemudahan dan efisiensi biaya produksi
G1
Hubungan baik dengan pembeli/pelanggan
H1
Hubungan baik dengan pemasok
Ancaman

I1
Perjanjian perdagangan AFTA dan GATT
J1
Dominasi perusahaan besar
K1
Stigma negatif terhadap daging kambing
L1
Pengaruh cuaca dan penyakit antraks
M1
Bertambahnya jumlah pesaing baru dipasar
N1
Perubahan konsumsi masyarakat
O1
Penurunan margin
P1
Ketidakpastian pasokan dari petani pemasok

Kode
Faktor Penentu
Kekuatan

A2
Kemampuan menjual kambing sesuai kebutuhan konsumen
B2
Kemampuan mensuplai kambing secara berkelanjutan
C2
Kebutuhan pakan tersedia melimpah
D2
Kesehatan hewan ternak baik
E2
Meningkatnya jumlah populasi penduduk
F2
Meningkatnya kemudahan dan efisiensi biaya produksi
G2
Hubungan baik dengan pembeli/pelanggan
H2
Hubungan baik dengan pemasok
Ancaman

I2
Perjanjian perdagangan AFTA dan GATT
J2
Dominasi perusahaan besar
K2
Stigma negatif terhadap daging kambing
L2
Pengaruh cuaca dan penyakit antraks
M2
Bertambahnya jumlah pesaing baru dipasar
N2
Perubahan konsumsi masyarakat
O2
Penurunan margin
P2
Ketidakpastian pasokan dari petani pemasok
Sumber : Agus Santoso, 2008

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tempe, Ketahanan Pangan, dan Masa Depan Kedelai Indonesia

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, tempe mungkin terlihat sederhana. Ia hadir di meja makan sehari-hari, dijual di pasar tradisional, warung kecil, hingga restoran modern. Namun di balik kesederhanaannya, tempe menyimpan cerita besar tentang pangan, ekonomi rakyat, dan masa depan Indonesia. Di tengah ancaman krisis pangan global, perubahan iklim, hingga ketergantungan impor bahan pangan, tempe justru menjadi salah satu simbol ketahanan pangan lokal yang paling nyata. Tempe bukan hanya makanan murah dan bergizi, tetapi juga sumber penghidupan jutaan masyarakat Indonesia. Pertanyaannya: apakah kita sudah melihat tempe sebagai bagian dari strategi besar ketahanan pangan nasional? Krisis Pangan dan Ketergantungan Impor Hari ini dunia sedang menghadapi tantangan pangan yang semakin kompleks. Pandemi COVID-19, konflik geopolitik, kenaikan harga pangan dunia, dan perubahan iklim membuat banyak negara mulai khawatir terhadap keamanan pangannya sendiri. Indonesia pun menghadapi tantangan...

Memahami Posisi Persaingan dalam Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

Industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia merupakan salah satu industri dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi. Berbagai merek berlomba untuk mendapatkan perhatian konsumen melalui kualitas produk, distribusi, harga, hingga strategi pemasaran. Dalam dunia pemasaran, posisi perusahaan di pasar umumnya dibagi menjadi empat kategori utama: market leader, market challenger, market follower, dan market nicher. 1. Market Leader Market leader adalah perusahaan yang memiliki pangsa pasar terbesar dan menjadi acuan utama dalam industri. Perusahaan ini biasanya memiliki distribusi paling luas, brand awareness tertinggi, serta kemampuan besar dalam memengaruhi harga dan tren pasar. Contoh: AQUA Di industri AMDK Indonesia, AQUA dikenal sebagai market leader. Merek ini telah hadir sejak lama dan menjadi “top of mind” bagi banyak masyarakat Indonesia ketika menyebut air minum kemasan. Keunggulan market leader biasanya meliputi: Distribusi sangat luas hingga pelosok daerah ...

Strategi Agriyaponik untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan

Di tengah tantangan perubahan iklim, keterbatasan lahan pertanian, dan meningkatnya kebutuhan pangan global, sektor pertanian dituntut untuk terus berinovasi. Sistem pertanian konvensional yang bergantung pada penggunaan air besar, pupuk kimia, dan lahan luas mulai menghadapi berbagai keterbatasan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pertanian yang lebih efisien, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Salah satu konsep yang mulai berkembang dalam dunia agribisnis modern adalah agriyaponik . Sistem ini hadir sebagai solusi pertanian terintegrasi yang mengombinasikan budidaya tanaman, perikanan, pengelolaan nutrisi organik, serta pendekatan kewirausahaan dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Apa Itu Agriyaponik? Agriyaponik merupakan pengembangan dari sistem akuaponik yang tidak hanya berfokus pada integrasi ikan dan tanaman, tetapi juga memasukkan aspek agribisnis, inovasi, sustainability, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam sistem ini, limbah dari budidaya ...