Langsung ke konten utama

Meditasi perjalanan

Sebuah cara bermeditasi ala Calm


Traveling via unplash
Untuk menghindari stres dalam perjalanan sehari-hari, berlatihlah melakukan meditasi berbasis kasih sayang pada diri sendiri dan orang lain selagi kamu berpergian. Entah naik bus atau kereta, kamu bisa segera memulai meditasi ini begitu kamu duduk.

Pertama, kumpulkan niat untuk berbelas kasih; pikirkan kebaikan-kebaikan yang bisa kamu lakukan untuk orang lain. Apapun kendaraan yang kamu tumpangi, kamu bisa memilih untuk tidak membiarkan kemacetan atau hambatan lainnya membuat kamu gelisah. Dibandingkan sibuk memikirkan kapan kamu akan tiba di tujuan, manfaatkan waktu perjalanan kamu untuk berelaksasi.

Manfaatkan bunyi klakson, dering telefon, atau bunyi-bunyi lain yang bisa kamu dengar sebagai pengingat untuk mengembalikan kamu ke masa kini. Dengan pikiran relaks, pandangilah orang-orang di sekitar kamu tanpa penilaian tertentu. Sadari dan terima fakta bahwa kamu semua memiliki satu tujuan yang sama, yaitu sampai di suatu tempat.

Jika kamu terjebak kemacetan, atau penumpang di sebelah kamu tak berhenti batuk-batuk, cobalah untuk tidak bereaksi negatif. Sebaliknya, perhatikan suasana di sekitar kamu dengan penuh kasih bagi sesama penumpang. Gunakan momen ini sebagai kesempatan untuk merasakan keterhubungan dengan orang lain.

Jika melakukan perjalanan pulang pergi harian dengan sikap penuh kasih, kamu akan merasakan perubahan bukan hanya pada perjalanan kamu, tapi juga pada seluruh hari kamu.

Michael Anton Smith-buku Calm


Salam bertumbuh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bedah buku Aroma Karsa-Dewi 'Dee' Lestari

Review novelnya Dewi 'Dee' Lestari. Judul buku: Aroma Karsa Penulis: Dewi 'Dee' Lestari Penerbit: PT. Bentang Pustaka Terbit: Cetakan pertama, Maret 2018 ISBN: 978-602-291-4631 Genre: Misteri, petualangan (Fiksi) Tebal: xiv+710 halaman; 20 cm Harga; Rp. 125.000 Pengantar dan sinopsis Dari sebuah lontar kuno, Raras Prayagung mengetahui bahwa Puspa Karsa yang dikenalnya sebagai dongeng, ternyata tanaman sungguhan yang tersembunyi di tempat rahasia. Obsesi Raras memburu Puspa Karsa, bunga sakti yang konon mampu mengendalikan kehendak dan cuma bisa diidentifikasi melalui aroma, mempertemukannya dengan Jati Wesi. Jati memiliki penciuman luar biasa. Di TPA Bantar Gebang, tempatnya tumbuh besar, ia dijuluki si Hidung Tikus. Dari berbagai pekerjaan yang dilakoninya untuk bertahan hidup, satu yang paling Jati banggakan, yakni meracik parfum. Kemampuan Jati memikat Raras. Bukan hanya mempekerjakan Jati di perusahaannya, Raras ikut mengundang Ja...

Melakukan Apa yang Harus Dilakukan, Bahkan Ketika Kita Tidak Ingin Melakukannya

Ada satu hal yang sering kali kita bicarakan ketika membahas kesuksesan, tetapi tidak selalu mudah untuk dijalankan: disiplin. Kita sering mengagumi orang-orang yang berhasil. Melihat pencapaian mereka, bisnis yang berkembang, karier yang cemerlang, atau kehidupan yang tampaknya berjalan sesuai harapan. Namun, ada bagian yang tidak selalu terlihat dari semua pencapaian itu. Rutinitas yang dilakukan berulang kali, keputusan-keputusan kecil yang mungkin membosankan, serta kemampuan untuk tetap melakukan sesuatu meskipun sedang tidak memiliki motivasi. Saya semakin percaya bahwa disiplin adalah salah satu pembeda antara seseorang yang hanya memiliki keinginan dengan seseorang yang benar-benar berusaha mewujudkannya. Motivasi Membuat Kita Memulai, Disiplin Membuat Kita Bertahan Tidak setiap hari kita bangun dengan semangat yang sama. Ada hari ketika pekerjaan terasa menyenangkan, ide datang begitu saja, dan semua rencana terasa mudah dijalankan. Namun, ada juga hari ketika semuanya terasa ...

Marketing 1.0 sampai 6.0 Evolusi Pemikiran Philip Kotler tentang Pemasaran

Pengalaman saya menjadi pembicara di marketing festival di pekan baru dan Jogja. Ketika berbicara tentang pemasaran, nama Philip Kotler hampir selalu menjadi salah satu rujukan utama. Selama beberapa dekade, Kotler bersama Hermawan Kartajaya mengembangkan pemikiran mengenai bagaimana pemasaran terus berubah mengikuti perkembangan masyarakat, teknologi, dan perilaku konsumen. Perubahan tersebut kemudian sering dijelaskan melalui konsep Marketing 1.0, 2.0, 3.0, 4.0, 5.0, hingga 6.0 . Menariknya, perubahan ini bukan berarti konsep sebelumnya menjadi tidak relevan. Justru, setiap tahap merupakan perkembangan dari tahap sebelumnya. Produk tetap penting, konsumen tetap penting, nilai kemanusiaan tetap penting, dan teknologi semakin menjadi bagian yang menghubungkan semuanya. Lalu, bagaimana evolusi tersebut? Marketing 1.0: Product-Centric Marketing 1.0 merupakan fase ketika pemasaran sangat berorientasi pada produk . Pada era ini, perusahaan berfokus pada bagaimana menghasilkan produk secar...